Pengantar

Beberapa puluh tahun yang lalu sumber-sumber informasi telah terbiasa diproduksi secara cetak dan didistribusikan ke distributor dan toko-toko buku oleh penerbit secara konvensional. Keadaan tersebut mengalami perubahan yang signifikan terutama sejak diterapkannya teknologi informasi dan komunikasi, tidak terkecuali berimplikasi juga pada distribusi informasi yang ada di perpustakaan. Ratusan tahun lamanya kita terbiasa menggunakan media kertas namun secara dramatis hal ini berubah. Penggunaan computer membawa pola baru untuk pemanfaatan informasi, dengan menggunakan computer dimungkinkan untuk menciptakan koleksi, menelusur koleksi, mendapatkan database artikel jurnal, artikel Call for Paper dan sebagainya. Periode ini manusia telah memasuki suatu era dimana sumber-sumber informasi yang tersimpan secara lokal dapat diakses melalui media computer. Beberapa saat selanjutnya manusia memasuki sebuah dimensi yang lebih mutakhir yakni dengan dimungkinkannya penelusuran informasi dan khususnya diperpustakaan adalah penelusuran data bibliografis dari koleksi yang dibutuhkan, baik dengan menggunakan computer desktop pada satu unit computer maupun mengakses computer lain yang berada dilokasi yang berbeda melalui teknologi jaringan internal Wireless Access Network  (WAN). Media perpustakaan dengan kemampuan akses ini menjadi keunggulan dari perpustakaan modern dan dikenal dengan katalog online atau Online Public Access Catalog (OPAC).

Fase perkembangan computer dan teknologi jaringan dilanjutkan dengan ditambahkannya sebuah teknologi penyimpanan informasi dengan menggunakan CD-ROM. Buku-buku, ensikopedia, kamus dan sebagainya selain dicetak dan dijilid secara fisik juga tersedia versi CD-nya. Fasilitas CD ini menambah sebuah pilihan bagi pemustaka untuk memperoleh sumber-sumber informasi diperpustakaan dengan segala kepraktisannya baik secara gratis maupun berbayar. Situasi ini berlanjut dengan munculnya sebuah teknologi internet dan pemanfaatan website yang secara global telah membawa banyak perubahan dibanyak aspek kehidupan umat manusia. Hal tersebut sangat terlihat membawa banyak perubahan pada pola akses dan distribusi informasi yang semakin cepat serta lintas ruang dan waktu.

Perkembangan Definisi Perpustakaan Digital

Perkembangan dibidang teknologi informasi dan komunikasi secara langsung juga membawa dampak ke perpustakaan yang memungkinkan pemustaka dapat mengakses koleksi perpustakaan secara virtual dari mana saja dan kapan saja melalui media internet. Perkembangan perpustakaan digital telah membawa banyak pakar mempelajari dan mengembangkan perpustakaan digital hingga menimbulkan banyak pendapat mengenai definisi dari perpustakaan digital itu sendiri. Secara mendasar ada 2 jenis pendapat yang berkembang ketika para pakar mendefinisikan istilah perpustakaan digital. Yang pertama pendapat dari kaum peneliti perpustakaan digital yang didominasi oleh ilmuwan computer dan para insinyur. Pendapat yang kedua dikeluarkan oleh para pakar yang didominasi oleh pekerja professional dibidang ilmu informasi dan perpustakaan.

Secara prinsip ada 2 perbedaan mendasar yang perlu kita ketahui telah melandasi pemikiran para pakar yang mendefinisikan istilah perpustakaan digital tersebut.  Pendapat pakar yang pertama menitikberatkan pada aspek pendayagunaan teknologi dan pendapat pakar yang kedua adalah lebih ke aspek pelayanan sumber-sumber informasi diperpustakaan.

Disisi lain ada pendapat dari para pakar lainnya khususnya dari negara inggris yang mendefinisikan perpustakaan digital dengan istilah hybrid library dimana perpustakaan secara fisik menyediakan layanan namun secara online juga menyediakan koleksi elektronik berbasis web.

Berbagai perbedaan pendapat diatas dan mungkin hingga saat ini banyak terjadi perbedaan pendapat juga dikalangan pustakawan didalam dan luar negeri paling tidak wajib menjadi catatan bahwa kita sebagai pustakawan harus memegang prinsip 5 Hukum Ilmu Perpustakaan yang diajarkan oleh Ranganathan pada era tahun 1931 yakni :

  1. Books are for use
  2. Every reader his book
  3. Every book its reader
  4. Save the time of the reader
  5. A Library is a growing organism

Inti dasar dari eksistensi perpustakaan dari masa ke masa akan tetap konsisten membawa identitas yang sangat jelas yakni mengelola koleksi, fokus pada pelayanan yang membawa dampak dan yang terakhir adanya user yang terus menerus harus menjadi mitra yang baik dengan pustakawan, mengikuti perkembangan teknologi hingga ke fase pengembangan yang terbaru sesuai dengan masanya.

Impact dari Perpustakaan Digital

Banyak dari perpustakaan digital dikembangkan dengan riset yang menghabiskan anggaran investasi dengan dana yang tidak sedikit baik dinegara maju seperti USA, UK dan bahkan negara-negara maju lainnya di eropa. Bahkan di USA pada tahun 1994 telah menghabiskan anggaran $ 68 USD untuk riset pengembangan perpustakaan digital. Satu hal yang menjadi kunci dari pengembangan perpustakaan digital adalah bukan hanya pada aspek anggaran namun pada sebuah tujuan dari semakin dimungkinkannya kemampuan akses informasi dan daya distribusi yang semakin cepat dan bisa membawa kepuasan pemustaka dan serta membawa impact pada kemajuan peradaban umat manusia disegala aspek kehidupan.

Paling tidak ada ada 7 poin yang wajib diperhatikan saat kita membangun serta mengembangkan perpustakan digital. Ketujuh hal tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Perpustakaan mampu menghantarkan informasi tepat kepada pemustakanya
  2. Perpustakaan mampu meningkatkan kemampuan penelusuran dan memberikan informasi semakin mudah untuk dilihat dan diakses dengan bahasa sederhana pemustakanya
  3. Perpustakaan mampu meningkatkan kemampuannya dalam hal sharing atau berbagi informasi secara cepat dan dimungkinkan ke lintas perpustakaan lain atau multiplatform
  4. Waktu akses perpustakaan semakin cepat
  5. Perpustakaaan memperhatikan banyak aspek misalnya social, bahasa, budaya sehingga perpustakaan digital benar-benar menjadi sebuah media yang disukai dan cocok dengan kondisi latar belakang pemustakanya
  6. Kemampuan untuk berkolaborasi. Diseminasi informasi perpustakaan harus bisa dimungkinkan berkolaborasi data bibliografis dengan perpustakaan lainnya sehingga tidak ada kata putus solusi bagi pemustakanya. Yang ada adalah istilah “One library for all your problems”
  7. Perpustakaan harus bisa mereduksi adanya gap misalnya saja gap budaya, gap teknologi. Bila daerah tertentu tidak ada jaringan internet misalnya, perpustakaan yang paling efektif bagi daerah tersebut adalah perpustakaan dengan jaringan WAN atau lokal.

Pada akhirnya perpustakaan digital tidak melulu berbicara masalah teknologi saja, namun sudah menembus batas menyentuh aspek multidimensi seperti aspek layanan, aspek budaya, aspek anggaran dan sebagainya. Yang terpenting perpustakaan digital harus terus berkembang sesuai dengan kebutuhan pemustakanya dan terus mengembangkan diri pada riset dan inovasi mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Dari hasil evaluasi diatas apakah anda menyadari ada sesuatu yang selama ini salah dipemikiran atau paradigma anda?

Perpustakaan Digital artinya berbicara fungsi dan totalitas sebuah perpustakaan yang menjadi aset digital, tidak sekedar ada, tidak sekedar perpustakaan yang berisi PC dan kabel LAN. Cepat atau lambat dunia akan butuh librarian karena saat ini dan mendatang sebuah information semakin banyak dan tidak ada yang mampu dan spesialis memanage menjadi knowledge resource yang membawa impact yang terukur selain dikerjakan oleh Pustakawan….

Apakah anda seorang Librarian? Apakah anda seorang dosen? atau mungkin guru?

Sadarlah bahwa tanpa berkolaborasi memanfaatkan networking di ranah TIK maka semua pekerjaan anda akan sia-sia. Tidak sekedar polesan gedung fisik 6 atau bahkan 7 lantai yang dibutuhkan user perpustakaan …. integrasi dan kesadaran akan pentingnya sebuah MIS yang tangguh di sebuah lembaga dan disupport Library yang Powerfull, niscaya akan membuat lembaga tsb maju dan berkembang. Tak kalah penting juga SDM (tentunya SDM yang pintar – handal – terpercaya) sebagai roh penggerak sistim.

Terlebih Librarian, apabila anda belum berpindah haluan dari penjaga buku menjadi manajer informasi, maka …. anak-anak didik bangsa ini akan semakin terpuruk dilembah kebodohan !

Go Digital Library !

Admin-